SUMBANGKAN PUISI, KATA MUTIARA, KISAH INSPIRATIF dan MOTIVATIF atau CERITA LUCU ANDA DI SINI

Thursday, September 5, 2013

Pemeriksaan Fisik Pasien Epilepsi

PEMERIKSAAN FISIK EPILEPSI


1)       Keadaan umum
                   Pada klien dengan epilepsi sewaktu dilakukan pengkajian, biasanya klien mengalami kejang dan kesadaran compos mentis. Tanda tanda vital Tidak terdapat kelainan.
2)      Antropometri
Pemeriksaan antropometri ditujukan untuk mengetahui berat badan, dan tinggi badan. Karena pada penderita apilepsi biasanya ada yang mengalami retradasi mental sehingga tak jarang tubuh anak tersebut pun mengalami kelainan, anak dapat menjadi lebih pendek tubuhnya dibandingkan anak-anak seusianya.
3)      Pemeriksaan umum
a)   Kepala
       Pengkajian kepala meliputi : ukuran , kesimetrisan, distribusi rambut dan lingkar kepala. Pada klien dengan epileapsi biasanya klien mengeluhkan nyeri oleh karena adanya spasme atau penekanan pada tulang tengkorak akibat peningkatan TIK sewaktu kejang.
b)   Mata
  Pengkajian mata meliputi ketajaman penglihatan, gerakan ekstra ocular, kesimetrisan, penglihatan warna, warna konjungtiva, warna sclera, pupil, reflek cahaya kornea. Pada klien dengan epilepsi saat terjadi serangan klien biasanya mata klien cenderung seperti melotot bahkan pada sebagian anak lensa mata dapat terbalik sehingga pupil tidak Nampak.
c)   Hidung
Pengkajian hidung meliputi : fungsi penciuman, kesimetrisan, amati ukuran dan bentuk, kebersihan dan epitaksis. Pada penderita epilepsi jarang di temukan  kelainan pada hidung.
d)  Mulut
Pengkajian pada mulut meliputi : pemeriksaan bibir terhadap warna, kelembaban, lesi, gusi, lidah dan dalam palatum terhadap kelembaban, pendarahan, jumlah gigi dan tonsil. Pada penderita epilepsi biasanya ditemukan adanya kekakuan pada rahang.
e)   Telinga
Pengkajian pada telinga meliputi: hygiene, kesimetrisan, ketajaman pendengaran.
f)    Leher
Pengkajian pada leher meliputi : pemeriksaan gerakan kepala ROM (Range Of Motion), pembengkakan dan distensi vena. Pada sebagian penderita epilepsi juga ditemukan kaku kuduk pada leher.
g)   Dada
               Pengkajian pada dada meliputi : kesimetrisan, amati jenis pernafasan,   amati kedalaman dan regularitas, bunyi nafas dan bunyi jantung.
h)   Abdomen
Pengkajian pada abdomen meliputi : pemeriksaan warna dan keadaan    kulit abdomen, auskultasi bising usus, perkusi secara sistemik pada semua area abdomen, palpasi dari kuardan bawah keatas. Pada penderita epilepsi biasanya terdapat adanya spasme abdomen.
i)     Ekstermitas
Atas : pengkajian meliputi  : kesimetrisan, antara tangan kanan dan kiri, kaji kekuatan ektermitas atas dengan menyuruh anak meremas jarinya. Pada penderita epilepsi biasanya terdapat aktivitas kejang pada ekstermitas
Bawah : pengkajianya meliputi kesimetrisan antara kaki kanan dan kiri, kaji kekuatan ektermitas bawah. Pada penderita epilepsi biasanya terdapat aktivitas kejang pada ekstemitas
j)     Genetalia

 Pengkajian pada genetalia meliputi ; pemeriksaan kulit sekitar daerah anus terhadap kemerahan dan ruam, pemeriksaan anus terhadap tanda-tanda fisura, hemoroid, polip, atresia ani.

HUBUNGI ADMIN UNTUK FILE LENGKAPNYA

DAFTAR PUSTKA
1.      L. Wong. Dona, 2003, Pedoman Medis Keperawatan Pediatrik, EGC, Jakarta
2.      Smeltzer, S. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner Suddarth. Volume 2 Edisi 8. Jakarta : EGC. 2001.
3.      Soetjiningsih. (2004). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahanya. Jakarta : Sagung Seto
4.      Betz, Cecily. L, 2002. Buku Saku Keperawatan Pediatrik edisi 3; EGC, Jakarta.

0 comments:

Post a Comment

 
google-site-verification: google249b3350d4d959ab.html