SUMBANGKAN PUISI, KATA MUTIARA, KISAH INSPIRATIF dan MOTIVATIF atau CERITA LUCU ANDA DI SINI

Saturday, June 1, 2013

Laporan Pendahuluan Tetanus : Komplikasi, dan Penatalaksanaan


1)      Komplikasi
1.      Spasme otot faring yang menyebabkan terkumpulnya air liur didalam rongga mulut dan keadaan ini memungkinkan terjadinya aspirasi serta dapat menyebabkan pneumonia aspirasi
2.      Asfiksia
3.      Atelektasis karena obstruksi sekret
4.      Fraktur kompresi

2)      Penatalaksanaan
1.      Pemberian antitoksin tetanus
Pengobatan spesifik dengan ATS 20.000 U/hari selama 2 hari berturut-turut secara intramuskular dengan didahului oleh uji kulit dan mata. Untuk hypertet 3000 IU secara intramuskular.
2.      Antikonvulsan dan penenang
Bila kejang hebat dapat diberikan fenobarbital dengan dosis awl : untuk anak umur kurang dari 1 tahun 50 mg dan untuk anak umur 1 tahun atau lebih diberikan 75 mg, dilanjutkan dengan dosis 5 mg/kgBB/hari dibagi menjadi 6 dosis

§  Diazepam dengan dosis 4 mg/kg/BB/hari, dibagi 6 dosis. Bila perlu IV
§ Largatil dengan dosis 4 mg/kgBB/hari dibagi 6 dosis. Bila kejang sukar diatasi diberikan kloralhidrat 5% dengan dosis 50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3-4 dosis secara per-rektal
3.      Penatalaksanaan luka
Eksisi dan debridemen luka yang dicurigai harus segera dikerjakan 1 jam setelah terapi sera (pemberian antitoksin tetanus), jika memungkinkan dicuci dengan perhydrol, luka dibiarkan terbuka untuk mencegah keadaan anaerob. Bila perlu disekitar luka dapat disuntikan ATS
4.      Pemberian antibiotika
Penisilin prokain 50.000 U/kgBB/hari intramuskular diberikan 3 hari sampai demam turun
5.      Penanggulangan kejang
Dengan pemberian anti kejang yang memadai maka kejang dapat dicegah.
Pemberian anti kejang
Jenis obat
Dosis anak-anak
Dosis orang dewasa
Fenobarbital (Luminal)
Mula-mula 60-100 mg IM
Kemudian 6 x 30 mg per oral
Maksimum 200 mg/hari
3 x 10 mg IM
Klorpromazin (Largactil)
4-6 mg/kg BB/hari, mula-mula IM, kemudian per oral
3 x 25 mg IM
Diazepam (Valium)
Mula-mula 0,5-1 mg/kg BB IM, kemudian per oral 1,5-4 mg/kg BB/hari, dibagi 6 dosis
3 x 10 mg IV
Klorhidrat
-
3 x 500-1000 mg per rektal
 Bila kejang belum juga teratasi, dapat digunakan pelemas otot (muscle relaxant) ditambah alat bantu pernapasan (ventilator)
6.      Perawatan penunjang
Yaitu dengan tirah baring, diet per sonde, dengan asupan sebesar 100 kalori/kg BB/hari, bersihkan jalan nafas secara teratur, berikan cairan infus dan oksigen, awasi dengan seksama tanda-tanda vital, trismus, asupan/keluaran.
7.      Pencegahan komplikasi
Mencegah anoksia otak dengan :
§  Pemberian anti kejang sekaligus mencegah laringospasme
§  Jalan nafas yang memadai, bila perlu lakukan intubasi (pemasangan tuba endotrakheal) atau lakukan trakheotomi berencana
§  Pemberian oksigen
Mencegah pneumonia dengan membersihkan jalan nafas yang teratur, pengaturan posisi penderita berbaring, pemberian antibiotika
Mencegah fraktur vertebra dengan pemberian anti kejang yang memadai


Baca Juga : Laporan Pendahuluan Tetanus : Komplikasi, dan Penatalaksanaan



Kumpulan Asuhan Keperawatan (Askep), Artikel, Makalah, Karya Tulis Ilmiah, Skripsi dan banyak lagi tentang Kesehatan dan Keperawatan Klik di :  : macrofag.blogspot.com


0 comments:

Post a Comment

 
google-site-verification: google249b3350d4d959ab.html